Alasan Adanya Pengadopsian Anak di Indonesia

Melakukan pengadopsian anak adalah kegiatan sosial yang memang sudah banyak di lakukan di masa lalu.Memiliki buah hati adalah harta yang tidak pernah dapat dibandingkan dengan harta apapun.Untuk semua keluarga, kehadiran seorang anak adalah pelengkap yang dapat mempermanis keluarga tersebut.Bukan hanya untuk menghadirkan dan memiliki anak untuk sebuah keluarga, tujuan atau alasan pengadopsian anak di Indonesia ternyata beragam dan tentunya memiliki tujuan yang baik.

Tujuan umum alasan adanya pengadopsian anak sendiri adalah agar garis keturunan tersebut tidak berhenti.Pengadopsian dilakukan untuk melanjutkan dan mempertahankan garis keturunan pada sebuah keluarga yang tidak memiliki keturunan kandung. Perceraian juga sering dilakukan oleh beragam masyarakat tidak terkecuali dari anggota http://multibet88.co dan tidak sedikit karena tidak kunjung diberikan keturunan didalam keluarga yang dimilikinya.Indonesia sendiri memberikan fasilitas untuk adanya pengadopsian anak yaitu mensejahterahkan masyarakat seperti berkurangnya perceraian.
Banyak alasan yang membuat pengadopsian anak dilakukan. Dari banyaknya alasan tersebut, Berikut ini beberapa alasan dilakukannya adopsi anak di Indonesia yang paling banyak menjadikan alasan pengadopsian perlu dilakukan :

1. Indonesia melakukan adanya pengadopsian anak untuk memfasilitasi keluarga yang tak kunjung memiliki keturunan dan tetap memiliki kelangsungan hidup yang sejahtera. Hal ini dilakukan agar sang anak dapat membantu orang tua mencari nafkah pada umurnya yang cukup, saat orang tua tersebut tidak mampu lagi untuk mencari nafkah.

2. Berdasarkan Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yaitu memberikan kepentingan yang terbaik untuk anak tersebut dan dilakukan berdasarkan adat tertentu dan ketentuan yang berlaku. Banyak adat yang memberikan ketentuan bahwa anak harus hadir dalam suatu keluarga, seperti menerukan garis keturunan atau marga dalam keluarga tersebut.

3. Untuk melindungi anak-anak yang terlantar diluar sana dan memberikan kasih sayang yang memang pantas didapatkan oleh semua anak. Dengan adanya pengadopsian anak, anak-anak yang terlantar di jalanan atau mendapat perlakuakn buruk dari orang tuanya akan diberikan tempat dan kasih sayang yang harus mereka dapatkan.

4. Mempertahankan ikatan perkawinan suami istri saat kehadiran buah hati tidak kunjung datang.

5. Dilakukan karena beberapa kepercayaan sebagian orang. diharapkan jika kehadiran seorang anak angkat akan memberikan keluarga tersebut keturunan, atau yang disebut anak pancingan.

6. Memberikan ketentraman dalam sebuah keluarga. Saat keluarga tersebut tidak memiliki anak, maka akan timbul kegelisahan, dan kurang tentram dalam keluarga tersebut tanpa disadari.

7. Memperkuat tali peraudaraan dengan orang tua anak angkat. Tidak sedikit calon orang tua yang memilih untuk mengadopsi anak dari kerabat terdekat mereka. Biasanya hal ini disebabkan karena orang tua dari anak terebut dirasa tidak mampu untuk memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya dan memilih untuk membiarkan anaknya dirawat oleh kerabat terdekatnya dan udah dipercaya.

 

Tantangan Adopsi Anak

Tantangan Adopsi Anak dan Cara Mengatasinya

Adopsi anak merupakan pilihan terakhir bagi pasangan yang belum dikaruniai momongan untuk memancing kehamilannya. Tentu adopsi anak bukan hal yang mudah. Dimulai dari prosedurnya yang rumit, ternyata adopsi anak mempunyai tantangan tersendiri bagi calon orang tua asuh. Dimulai dari kecanggungan tiba-tiba adanya seorang anak dikeluarganya hingga proses adaptasinya dengan sang anak asuh. Berikut kita bahas apa saja tantangan adopsi anak.

Menjadi orang tua asuh memang gampang-gampang susah. Tantangan adopsi anak tersebut diantaranya munculnya kecemasan pada orang tua asuh apabila gagal beradaptasi dengan bayi. Apalagi ketika bayi tersebut telah melalui hal sulit sebelumnya. Selain itu, calon orang tua asuh tersebut juga khawatir bagaimana apabila mereka tidak langsung timbul sayang pada sang anak. Tentu berbeda, bayangan akan punya anak asuh yang akan menghiasi hari-hari dengan fakta bahwa anak-anak asuh pasti rewel pada awal adaptasinya. Tantangan judi online lain yaitu adanya kecemasan apabila sang orang tua tidak kunjung mempunyai ikatan batin dengan sang anak. Tentu berbeda dengan orang tua kandung dengan anaknya sendiri yang secara alami muncul. Terakhir, adanya kekhawatiran akan respon masyarakat sekitar terhadap kehadiran sang anak. Jadi selain orang tua dan anak yang beradaptasi, masyarakat sekitar harus mulai membiasakan diri akan hadirnya keluarga baru pada kehidupan orang tua tersebut.

Nah, untuk menghadapi tantangan adopsi anak tersebut, Laurent dan Reader membagikan tips untuk mengurangi kecemasan tersebut. Diantaranya, lakukanlah pendekatan dengan sang bayi untuk memunculkan ikatan batin dengannya, baik dengan bernyayi, berbincang-bincang, dan lainnya. Kemudian, sharinglah pengalaman dan kesulitanmu pada sesama orang tua asuh lainnya. Hal ini tentu membantu untuk berbagi permasalahan dan solusinya. Tips selanjutkan, tetaplah beradaptasi dengan sang anak tidak peduli berapa waktu yang kamu butuhkan. Kamu harus meyakinkan sang anak bahwa keluargamu membutuhkannya sehingga anak akan merasa aman. Selain itu, jangan pedulikan anggapan orang lain mengenai putusan anda untuk adopsi anak. Tetaplah bersikap sebagaimana orang tua terhadap anak kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, pasti akan terbiasa.

Cara Mengadopsi Anak

Persyaratan dan Cara Mengadopsi Anak di Indonesia

Memiliki anak adalah suatu anugerah yang pasti diinginkan semua orang tua. Namun terkadang tidak semua pasangan cepat untuk diberikan kepercayaan untuk memiliki buah hati, dan cara lain untuk tetap memiliki keturunan salah satunya adalah mengadopsi anak atau mengangkat anak. Bukan hal yang baru jika membicarakan mengadopsi anak, karena hal ini sudah dari jaman dahulu dilakukan.

Untuk mengadopsi anak, tidak semudah yang dipikirkan. Beberapa persyaratan dan tata cara harus anda lewati terlebih dahulu.
Ada beberapa persyaratan yang harus anda ketahui terlebih dahulu tentang mengadopsi anak.Bukan hanya anak, namuan calon orang tua yang akan mengadopsi anak harus mematuhiPP RI 54 tahun 2007, persyaratan yang tertera yaitu:

1. Calon orang tua harus dalam keadaan yang sehat jasmani maupun rohani.

2. Memiliki umur paling rendah 33 tahun dan paling tua 55 tahun, hal ini dikarenakan agar umur orang tua masih dalam keadaan produktif.

3. Calong orang tua dan anak angkat memiliki agama yang sama. Namun jika tidak diketahui agama anak terebut, bisa disesuaikan dengan agama mayoritas disekitarnya.

4. Bukan orang tua pasangan sejenis.

5. Tidak atau bahkan belum memiliki anak. Jika memiliki anak, hanya 1 anak.

6. Mampu secara ekonomi dan sosial sehingga dapat bertanggung jawab terhadap calon anak angkat.

7. Telah mendapatkan izin dari pemerintah seperti kepala dari instansi sosial atau menteri.

8. Memiliki catatan berkelakuan baik atau dengan arti belum pernah menjalani masa hukuman apapun.

9. Memiliki laporan sosial dari pekerja sosial setempat.

Setelah memenuhi persyaratan dari agen bola yang harus dimiliki oleh calon orang tua, orang tua dan calon anak harus menjalani beberapa tes kesehatan.Setelah pemeriksaan kesehatan dilakukan, selanjutnya pihak dinas sosial akan mendatangi lokasi tempat tinggal yang akan ditempati oleh sang anak atau tempat tinggal orang tua selama ini. hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial, kejiawaan dan finansial. Setelah hal tersebut telah disetujui oleh dinas sosial, maka calon orang tua dapat mengadopsi anak tersebut dalam masa percobaan selama 6-12 bulan dan masih dalam pengawasan pihak dinas sosial.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan berdasarkan Surat Izin Pengasuhan Sementara. Calon orang tua akan menjalani sidang minimal 2 kali, yang mana akan membahasa persetujuan permohonan tentang ajuan pengadopsian anak. Jika hasil sidang di tolak, maka anak tersebut akan dikembalikan ke panti sosial tempat anak itu berasal. Memang proses yang dilakukan cukup panjang, bahkan mencapai waktu 2 tahun. Namun hal ini dilakukan untuk menjamin masa depan anak dan keluarga tersebut. status legal akan didapatkan untuk anak angkat tersebut agar dia bisa bersekolah, kuliah, bekerja bahkan menikah.

Pentingkah Adopsi Anak

Pentingkah Adopsi Anak Dilakukan?

Banyak orang beranggapan banyak anak banyak rejeki hingga ada beberapa keluarga yang tidak melakukan program KB melainkan tetap melahirkan anak yang kelak akan menjadi sumber rejeki keluarga. Namun bagaimana dengan nasib pasangan yang kesusahan mempunyai anak? Tentu sangat berbeda jauh dengan pasangan tidak resmi yang dengan mudahnya membuang anak darah dagingnya sendiri. Kasus buang anak yang semakin marak ini merupakan salah satu pemicu banyaknya bayi terlantar di panti asuhan bahkan di dinas sosial. Anak tersebut tidak kurang dari fasilitas, namun haus akan kasih sayang sebagaimana anak yang seharusnya dirawat oleh orangtua kandungnya sendiri. Berdasarkan beberapa alasan tersebutlah adopsi anak di Indonesia menjadi sangat penting.

Banyaknya anak yang diperlu diadopsi tersebut terjadi di dinas sosial sidoarjo, jawa timur. Anak-anak bayi bergeletakan di tempat tidur mengajak berkomunikasi seseorang yang seharusnya dilakukan oleh seorang ibu. Namun karena keadaan, bayi itu kurang kebutuhan kasih sayangnya. Dikarenakan adanya saling membutuhkan antara bayi dengan calon orang tua pengasuh pemain judi bola, adopsi anak diijinkan. Namun, tentunya proses adopsi anak tersebut harus sesuai dengan hukum. Imbalannya, sang orang tua bebas memilih calon anak mana yang hendak diadopsi.

Selain terjadi di dinas sosial sidoarjo, banyaknya anak tanpa orang tua juga ada di PSAA Balita tunas bangsa di cipayung. Panti asuhan tersebut memperbolehkan calon orang tua pengasuh untuk mengadopsi anak usia 0-5 tahun. Syarat dan ketentuan ketat pun juga diberlakukan pada proses adopsi anak tersebut demi kebaikan anak tersebut di kemudian hari. Apa saja syaratnya? Secara garis besar, calon orang tua pengasuk bayi di PSAA balita tuna bangsa harus lolos seleksi konsultasi, lolos survey tempat tinggal, lolos seleksi administrasi, lolos tahap sosialisasi, lolos home visit pertama, lolos home visit kedua, sampai selanjutnya dilakukan persidangan untuk penetapan adopsi. Baru setelah itu, dilakukan pendaftaran di dinas kependudukan dan catatan sipil untuk keperluan pembuatan akte sang anak. Nah, meskipun melalui proses yang sangat panjang, hasilnya anak akan memperoleh kebutuhan kasih sayangnya sedangkan orang tua akan terpenuhi kebutuhannya yang menganggap anak sebagai sumber rejekinya.

Beginilah Prosedur Adopsi Anak di Indonesia

Mempunyai anak merupakan dambaan bagi pasangan suami istri yang baru saja menikah. Sayangnya tidak semua pasangan tersebut langsung dikaruniai momongan pasca menikah. Dikarenakan hal itulah, timbul inisiatif dari berbagai kalangan mengenai prosedur adopsi anak yang bertujuan memancing sang istri untuk hamil. Nah, tentunya tidak semua anak langsung bisa diadopsi. Lalu bagaimana ketentuan untuk mengadopsi seorang anak. Berikut akan dibahas detail prosedurnya.

Prosedur adopsi anak di Indonesia mengacu pada Keputusan Menteri Sosial RI No 41/HUK/Kep/VII/1984 tentang petunjuk pelaksanaan perizinan pengangkatan anak. Pertama, pasangan yang hendak mengadopsi anak harus berusia minimal 25 tahun dan maksimal 45 tahun. Syarat kedua, pasangan tersebut harus berusia pernikahan minimal 5 tahun disertai surat keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk memiliki momongan menurut dokter atau hanya memiliki anak angkat tetapi belum memiliki anak kandung. Syarat yang ketiga, pasangan tersebut harus memiliki kondisi keuangan yang mapan dan memadai bagi anak angkat. Jangan sampai karena prosedur ini tidak terpenuhi, kasus Angeline, gadis berusia 8 tahun yang mati dianiaya ibu angkat terjadi berulang kali. Syarat keempat, pasangan harus menyertakan surat persetujuan dari negara asal apabila pasangan tersebut merupakan WNA.

Syarat prosedur adopsi anak selanjutnya, kelima, yaitu pasangan melampirkan surat pernyataan berkelakuan baik dari kepolisian dan surat keterangan sehat dari dokter baik sehat jasmani maupun rohani. Syarat keenam, pasangan telah menetap di Indonesia minimal tiga tahun, khusus bagi calon pengadopsi anak yang berstatus WNA. Ketujuh, sang pasangan harus sudah merawat calon anak yang akan diadopsi tersebut minimal 6 bulan apabila anak tersebut masih bayi, dan minimal setahun apabila anak tersebut berusia 3-5 tahun. Delapan, pasangan suami istri tersebut memberikan pernyataan bahwa tujuan adopsi anak hanya untuk kepentingan kesejahteraan sang anak. Terakhir, adopsi anak tidak hanya ditujukan bagi pasangan suami istri, tetapi boleh dilakukan seorang pria atau wanita lajang melalui agen bola yang sedang membuat acara amal dan apabila memiliki motivasi untuk merawat anak asuh tersebut. Tentunya tidak hanya motivasi, tetapi kemampuan dalam melengkapi keseluruhan prosedur adopsi anak.

Tips Memilih Yayasan Pengadopsian Anak Dengan Benar

Pengadopsian anak saat ini sudah banyak dilakukan, dan tidak jarang menjadi suatu hal yang dijadikan banyak pasangan yang belum memiliki anak untuk menambah kebahagiaan didalam rumah tangga mereka. Tidak heran jika menjadi orang tua adalah suatu hal yang membanggakan untuk pasangan yang telah menikah. Untuk anda yang ingin menjadi orang tua angkat atau mengadopsi anak, tentunya membutuhkan yayasan yang terpercaya dan resmi secara hukum. Beberapa cara pengadopsian anak yaitu mengadopsi anak dari kerabat dekat yang sudah terpercaya atau dari yayasan hingga panti sosial. Dalam hal mengadopsi anak melalui yayasan, tidak sedikit ditemukan kasus yang membuat banyak pasangan gagal untuk memiliki anak angkat. Jika anda ingin mengadopsi anak melalui yayasan atau panti sosial ada baiknya mengetahui beberapa hal berikut ini.

Lakukan banyak penelitian yang membuktikan bahwa panti atau yayasan yang anda inginkan dapat membuat anda pengadopsian anak. Hal ini dikarenakan bahwa tidak semua panti asuhan memberikan izin untuk anaknya diapdosi. Setelah menemukan yayasan atau panti asuhan yang dapat memberikan izin untuk anaknya di adopsi, anda diharuskan untuk melakukan konsultasi dengan Pengurus Bagian Pengangkatan anak sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan sudah diresmikan secara hukum yang berarti bahwa yayasan tersebut memang sudah tercatat.

Anda nantinya akan diminta beberapa dokumen yang akan dibutuhkan oleh pengurus pengangkatan anak tersebut untuk memenuhi data yang dibutuhkan. Saat anda ingin mengadopsi anak, tentunya anda akan ditanyaka kriteria anak seperti apa yang ingin anda adopsi. Tidak langsung, namun beberapa waktu yayasan tersebut akan menyediakan anak yang memenuhi kriteria anak angkat yang anda inginkan seperti umur, agama, status, dan ekonomi. Tentunya yayasan yang baik akan bekerja sama dengan pekerja dinas sosial. Pastikan bahwa yayasan tersebut memiliki surat-surat resmi yang sudah disahkan secara hukum, anda bisa meminta yayasan tersebut untuk memperlihatkan surat resmi dari pemerintah. Hal ini sudah pernah dilakukan oleh beberapa bettor di http://homebet88.co

Yayasan yang baik juga dapat membantu anda menjalani proses dan prosedur dari pemerintah untuk melakukan pengadopsian. Tanyakan kepada yayasan tersebut asal dari anak adopsi mereka berasal, dan pastikan memliki riwayat yang baik atau bukan anak yang menjadi korban apapun seperti korban penculikan misalnya. Yayasan yang baik harus dipastikan jika mereka melakukan pengasuhan, perawatan yang baik untuk anak adopsinya. Pastikan anak-anak tersebut dalam kondisi yang sehat dan dalam kondisi yang baik hingga melakukan perawatan untuk anak yang membutuhkan. Sebelum anda memilih bayi yang akan anda adopsi, tanyakan kepada pihak yayasan bayi atau anak mana yang boleh untuk diadopsi. Patikan bahwa bayi, balita atau anak tersebut dapat diadopsi menjadi anak negara atau dapat diberikan izin untuk diadopsi.

 

Inilah Pertimbangan Pra Adopsi Anak!

Bukan sebuah keputusan yang mudah bagi pasangan suami istri yang tak kunjung hami untuk akhirnya mengadopsi anak. Keputusan adopsi anak juga dilakukan oleh suami istri yang mempunyai penyakit seperti AIDS, diabetes, hipertensi, jantung, dan berbagai alasan kesehatan lain. Namun, tidak jarang ada pasangan suami istri yang sudah mempunyai anak ingin menambah jumlah anggota keluarga dengan mengangkat anak asuh untuk tujuan saling membantu manusia lain. Nah, sebelum membuat keputusan adopsi anak, tidak ada salahnya pasangan suami istri tersebut mengetahui pertimbangan pra adopsi anak.

Menurut psikolog perkawinan dan keluarga, Wulan Ramadani, sesuai dengan syarat adopsi anak pada Keputusan Menteri Sosial RI No 41/HUK/Kep/VII/1984 tentang petunjuk pelaksanaan perizinan pengangkatan anak, salah satunya yaitu boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah selama minimal 5 tahun. Usia pernikahan 5 tahun dinyatakan usia yang cukup matang bagi pasangan suami istri dalam penyesuaian peran terhadap peran dan keluarga besar. Namun, ternyata usia lima tahun pernikahan bukan patokan kesiapan mental bagi pasangan suami istri untuk menjadi orang tua. Harus ada pertimbangan pra adopsi anak. Apa sajakah itu?

Pertama, keputusan adopsi anak harus dilakukan berdasarkan keputusan bersama anda dengan pasangan anda karena mengasuh anak diperlukan kerjasama suami istri. Selanjutnya, adopsi anak harus dilakukan karena pertimbangan rasional bukan sebagai alat untuk memancing kehamilah anda, misalnya dengan adanya anak maka akan ada seseorang yang akan mengurus hari tua anda. Pertimbangan pra adopsi selanjutnya, ketahui seluk beluk calon anak yang akan diadopsi seperti riwayat kesehatannya.

Jangan sampai biaya perawatan kesehatan anak melebihi pendapatan anda. Pertimbangkan baik-baik finansial anda, apakah akan cukup untuk membiayai satu orang lagi anggota keluarga karena anak pasti akan memerlukan banyak biasa untuk sekolah dan lainnya. Selanjutnya, mintalah dukungan dari berbagai pihak dan keluarga besar akan keputusan adopsi anak. Galilah keberatan-keberatan yang diungkangkap keluarga besar mengenai keputusan anda supaya anda dapat mengantisipasi penentangan kehadiran anak asuh keluarga anda pada waktu mendatang.

Inilah 9 Tips Untuk Calon Orang Tua Yang Akan Mengadopsi Anak

Saat pernikahan belum juga kunjung diberikan keturunan, anda bisa melakukan pengadopsian anak.Namun menjadi orang tua bukan hal yang mudah untuk dilakukan.Sudah banyak cara-cara untuk menjadi orang tua yang bahkan sudah banyak dibuat dalam bentuk buku, namun hal tersebut tidak semudah yang anda bayangkan terutama untuk anda dan pasangan yang memilih untuk memiliki anak angkat. Pernikahan akan berbeda sebelum dan setelah menjalani pernikahan.

Sebelum syarat-syarat dan tata cara untuk mengadopsi sudah anda pahami, anda harus memikirkan keputuan anda ataupun calon orang tua yang ada di http://bengkelbola.org untuk mengadopsi anak. Siapkan mental dan diri anda dan pasangan untuk memiliki anak dan menjadi orang tua baru.

Berikut ini adalah 9 tips yang dapat anda lakukan untuk menjadi orang tua yang akan mengadopsi anak :

1. Saat anda dan pasangan ingin mengadopsi anak, pikirkan terlebih dahulu bahwa keputusan tersebut dibuat berama dan bukan hanya sepihak. Keduanya harus sama-sama menginginkan untuk mengadopsi anak dan memiliki anak angkat dikeluarga kalian. Hal ini dikarenakan untuk membesarkan anak dibutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak, bukan hanya istri ataupun suami.

2. Pikirkan alasan apa yang menjadi dasar keputusan kalian untuk melakukan pengadopsian anak. Jika anda dan pasangan hanya ingin mengadopsi anak dengan tujuan sebagai pancingan, hindari hal tersebut. Anda harus benar-benar ingin untuk memiliki anak yang akan anda rawat dan besarkan nantinya.

3. Siapkan finansial atau apapun yang akan terjadi nantinya. Periksalah riwayat genetik anak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Cobalah untuk terbiasa dengan anak kecil. Anda bisa melatih insting orang tua dengan bermain dengan keponakan, atau sekedar bermain dengan anak tetangga.

5. Siapkan waktu luang yang akan anda gunakan untuk anak dan keluarga. Ingat bahwa nantinya anda dan pasangan akan mempunyai tanggung jawab lebih yaitu menjadi orang tua.

6. Ketahuilah bahwa proses pengadopsian tidak memakan waktu yang singkat. Carilah yayasan atau kerabat yang dapat membantu anda menemukan anak angkat dan pahami prosedur yang ada.

7. Tidak semua fisik yang dimiliki semua anak sama tentunya, pasti berbeda. Dalam hal ini, anda diharuskan untuk memahami dan mengerti bahkan siap untuk menghadapi kenyataan yang ada.

8. Untuk anda yang ingin mengadopsi bayi atau balita, disarankan untuk memiliki stamina dan tenaga yang kuat. Hal tersebut membutuhkan tenaga yang lebih banyak karena bayi atau balita membutuhkan pengawasan sepenuhnya dari orang tua.

9. Cobalah untuk mendapatkan banyak dukungan. Jika kalian menghadapi sebuah masalah seperti pertentangan yang berasal dari keluarga, cari tahu apa yang membuat keluarga anda menentang keputusan untuk memiliki anak angkat. Buatlah mereka percaya bahwa anda dan pasangan sudah siap untuk memiliki anak dan dapat membesarkannya dengan baik.

Adopsi Anak Suriah, Apakah Bisa?

Siapa yang tidak menginginkan anak soleh, hafal alquran, dan taat beragama seperti anak-anak suriah. Sudah pasti anak seperti ciri-ciri tersebut menjadi dambaan setiap orangtua. Lalu bisakah orang tua asal Indonesia melakukan adopsi anak suriah tersebut? mengingat kondisi suriah saat ini yang masih terjadi perang dengan Israel yang mengakibatkan banyak anak-anak terlantar tanpa orangtua karena terbunuh, tentu menjadi peluang besar bagi orang tua calon pengasuh. Bagaimana mekanismenya? Nah sebelum menjawab pertanyaan mekanisme adopsi anak suriah, kita harus tahu apakah adopsi anak suriah diperbolehkan?

Ternyata, sudah banyak calon orang tua asuh asal Indonesia yang berulang kali menawarkan kepada anak-anak suriah untuk tinggal bersama. Namun, ajakan tersebut dibalas dengan senyuman. Tolakan halus tersebut menandakan ketidaksediaan anak-anak suriah untuk diadopsi. Memang banyak anak-anak suriah yang kehilangan keluarganya, tetapi masih ada keluarga besar yang akan merawatnya. Anak-anak dibiarkan tumbuh dewasa di tanah kelahirannya tanpa ada kata adopsi anak suriah untuk melanjutkan perjuangan orangtuanya yang telah lebih dulu kembali ke rahmatullah. Dengan demikian, apakah adopsi anak suriah tidak bisa dilakukan?

Meskipun adopsi anak suriah tidak dilakukan dengan membawa anak suriah pulang bersama di indonesia, tetapi dapat dilakukan dengan cara lain. Yaitu dengan memberikan dana untuk kepentingan sekolahnya. Program tersebut dibentuk oleh abdullah onim yang disebut dengan SOSUYIT (saya orang tua asuh yatim palestina). Banyak ratusan dermawan indonesia yang bersedia menjadi orang tua asuh anak-anak palestina/suriah. Bahkan seorang dermawan bersedia membiayai 4 hingga 5 anak suriah. Menakjubkan bukan. Tidak semua anak suriah dibiayai, Onim melakukan seleksi siapa saja yang pantas mendapatkanya.

Dengan usahanya yang maksimal, ia menetapkan 320 anak suriah terpilih menjadi anak yang telah dipersiapkan dana pendidikannya. Nah, dengan adanya program tersebut, diharapkan anak-anak yatin suriah dapat sekolah dengan baik dan memanfaatkan ilmunya untuk kemajuan bangsanya. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bukan membantu meringankan beban sesama muslim yang sedang terkena musibah. Apalagi kondisi suriah saat ini yang masih diblokade Israel dan PBB

Mengenal Lebih Jauh Tentang Pengadopsian Anak

Tentunya pengadopsian anak bukanlah hal yang baru bagi banyak orang. pengadopsian anak tentunya sangat membantu untuk keluarga yang belum diberikan keturunan. Namun tahukah anda secara jelas apakah pengadopsian anak itu?Pengadopsian itu sendiri beraal dari bahasa Belanda yaitu Adoptie dan bahasa Inggri yaitu Adopt. Kedua bahasa ini sama-sama memiliki arti mengangkat atau menjadikan anak tersebut untuk dijadikan anak kandung. Namun pengertian adopsi sendiri dapat diartikan sebagai menjadikan anak orang lain sebagai anak sendiri atau menyamakannya sebagai anak kandung dari pasangan yang siap untuk menjadi orang tua angkat. Calon orang tua angkat sendiri diharapkan bahkan diwajibkan untuk dapat membiayai anak angkatnya dengan baik, bertanggung jawab baik secara finansial agar kebutuhannya senantiasa terpenuhi. Hukum juga harus ikut andil dalam hal ini untuk memberikan anak kebutuhan yang memang harus dipenuhi.

Prosedur dalam melakukan pengadopsian itu sendiri adalah dulunya hanya diperbolehkan anak yang berjenis kelamin laki-laki, namun saat ini jenis kelamin perempuan pun telah diperbolehkan. Pada dahulu kala, biasanya pengadopian anak hanya bisa dilakukan dengan akta notaris dan berdasarkan keputusan yurisprudensi. Bukan hanya yang melakukan perkawinan, pengadopsian anak juga bisa dilakukan oleh orang yang sudah tidak dalam ikatan perkawinan seperti duda, janda bahkan yang belum menikah. Hal tersebut diperbolehkan asal mengikuti aturan pengadopsian yang berlaku secara hukum. Namun, untuk istri yang memiliki suami yang telah meninggal atau janda, pengadopsian anak hanya bisa dilakukan jika sang suami sebelumnya memperbolehkan pengadopsian anak dilakukan. Umur perkawinan anda juga nantinya akan menjadikan alah satu pertimbangan untuk dilakukannya pengadopsian anak.

Pengadopsian anak juga tidak boleh dilakukan atas dasar paksaan atau niat karena menjadikan anak tersebut sebagai pancingan, dan sepenuhnya diharuskan dengan keputuan bersama untuk memiliki anak angkat. Orang tua yang mengadopsi anak diharapkan harus memiliki kesiapan mental juga finansial dan bersiap jika orang tua anak tersebut akan muncul dan meminta hak nya. Dalam hal ini, calon orang tua angkat dan orang tua kandung dapat membicarakannya secara kekeluargaan. Dari pengalaman yang telah dialami oleh beberapa member http://citipoker88.com cobalah untuk memberikan pengertian kepada sang anak tentang fakta bahwa dirinya adalah anak angkat dan berikan pengertian bahwa anda dan pasangan dapat menjadi orang tua yang baik untuk sang anak. Untuk melakukan pengadopsian, diharapkan dapat berjalan sesuai hukum, meskipun anda melakukan pengadopsian melalui kerabat atau orang terdekat anda. hal ini dikarenakan agar sang anak dapat tetap menerima hak nya seperti bersekolah dan menjalani pendidikan hingga menikah nantinya. Orang tua angkat nantinya diharuskan dapat memenuhi kebutuhan secara fisik atau psikis untuk sang anak. Seperti memberikan kasih sayang yang diharapkan dapat dimiliki oleh semua anak.