Inilah Pertimbangan Pra Adopsi Anak!

Bukan sebuah keputusan yang mudah bagi pasangan suami istri yang tak kunjung hami untuk akhirnya mengadopsi anak. Keputusan adopsi anak juga dilakukan oleh suami istri yang mempunyai penyakit seperti AIDS, diabetes, hipertensi, jantung, dan berbagai alasan kesehatan lain. Namun, tidak jarang ada pasangan suami istri yang sudah mempunyai anak ingin menambah jumlah anggota keluarga dengan mengangkat anak asuh untuk tujuan saling membantu manusia lain. Nah, sebelum membuat keputusan adopsi anak, tidak ada salahnya pasangan suami istri tersebut mengetahui pertimbangan pra adopsi anak.

Menurut psikolog perkawinan dan keluarga, Wulan Ramadani, sesuai dengan syarat adopsi anak pada Keputusan Menteri Sosial RI No 41/HUK/Kep/VII/1984 tentang petunjuk pelaksanaan perizinan pengangkatan anak, salah satunya yaitu boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah selama minimal 5 tahun. Usia pernikahan 5 tahun dinyatakan usia yang cukup matang bagi pasangan suami istri dalam penyesuaian peran terhadap peran dan keluarga besar. Namun, ternyata usia lima tahun pernikahan bukan patokan kesiapan mental bagi pasangan suami istri untuk menjadi orang tua. Harus ada pertimbangan pra adopsi anak. Apa sajakah itu?

Pertama, keputusan adopsi anak harus dilakukan berdasarkan keputusan bersama anda dengan pasangan anda karena mengasuh anak diperlukan kerjasama suami istri. Selanjutnya, adopsi anak harus dilakukan karena pertimbangan rasional bukan sebagai alat untuk memancing kehamilah anda, misalnya dengan adanya anak maka akan ada seseorang yang akan mengurus hari tua anda. Pertimbangan pra adopsi selanjutnya, ketahui seluk beluk calon anak yang akan diadopsi seperti riwayat kesehatannya.

Jangan sampai biaya perawatan kesehatan anak melebihi pendapatan anda. Pertimbangkan baik-baik finansial anda, apakah akan cukup untuk membiayai satu orang lagi anggota keluarga karena anak pasti akan memerlukan banyak biasa untuk sekolah dan lainnya. Selanjutnya, mintalah dukungan dari berbagai pihak dan keluarga besar akan keputusan adopsi anak. Galilah keberatan-keberatan yang diungkangkap keluarga besar mengenai keputusan anda supaya anda dapat mengantisipasi penentangan kehadiran anak asuh keluarga anda pada waktu mendatang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *