Pentingkah Adopsi Anak Dilakukan?

Banyak orang beranggapan banyak anak banyak rejeki hingga ada beberapa keluarga yang tidak melakukan program KB melainkan tetap melahirkan anak yang kelak akan menjadi sumber rejeki keluarga. Namun bagaimana dengan nasib pasangan yang kesusahan mempunyai anak? Tentu sangat berbeda jauh dengan pasangan tidak resmi yang dengan mudahnya membuang anak darah dagingnya sendiri. Kasus buang anak yang semakin marak ini merupakan salah satu pemicu banyaknya bayi terlantar di panti asuhan bahkan di dinas sosial. Anak tersebut tidak kurang dari fasilitas, namun haus akan kasih sayang sebagaimana anak yang seharusnya dirawat oleh orangtua kandungnya sendiri. Berdasarkan beberapa alasan tersebutlah adopsi anak di Indonesia menjadi sangat penting.

Banyaknya anak yang diperlu diadopsi tersebut terjadi di dinas sosial sidoarjo, jawa timur. Anak-anak bayi bergeletakan di tempat tidur mengajak berkomunikasi seseorang yang seharusnya dilakukan oleh seorang ibu. Namun karena keadaan, bayi itu kurang kebutuhan kasih sayangnya. Dikarenakan adanya saling membutuhkan antara bayi dengan calon orang tua pengasuh pemain judi bola, adopsi anak diijinkan. Namun, tentunya proses adopsi anak tersebut harus sesuai dengan hukum. Imbalannya, sang orang tua bebas memilih calon anak mana yang hendak diadopsi.

Selain terjadi di dinas sosial sidoarjo, banyaknya anak tanpa orang tua juga ada di PSAA Balita tunas bangsa di cipayung. Panti asuhan tersebut memperbolehkan calon orang tua pengasuh untuk mengadopsi anak usia 0-5 tahun. Syarat dan ketentuan ketat pun juga diberlakukan pada proses adopsi anak tersebut demi kebaikan anak tersebut di kemudian hari. Apa saja syaratnya? Secara garis besar, calon orang tua pengasuk bayi di PSAA balita tuna bangsa harus lolos seleksi konsultasi, lolos survey tempat tinggal, lolos seleksi administrasi, lolos tahap sosialisasi, lolos home visit pertama, lolos home visit kedua, sampai selanjutnya dilakukan persidangan untuk penetapan adopsi. Baru setelah itu, dilakukan pendaftaran di dinas kependudukan dan catatan sipil untuk keperluan pembuatan akte sang anak. Nah, meskipun melalui proses yang sangat panjang, hasilnya anak akan memperoleh kebutuhan kasih sayangnya sedangkan orang tua akan terpenuhi kebutuhannya yang menganggap anak sebagai sumber rejekinya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *